TAK MILIKI ‘IZIN EDAR’HARTIN IMPORTIR BASO MELENGGANG DI PN Kls I BATAM

MEMO86.Com,Batam

Pemeriksaan saksi kasus bakso impor asal Malasya yang digelar di PN Kls I Batam cukup menggelitik pengunjung sidang,Hartin alias Ateng yang yang karena perbuatannya mengimpor serta menjual Bakso asal Malasya tanpa memiliki izin edar ,oleh JPU Samuel Pangaribuan SH dijerat dengan pasal “142 Jo Pasal 91 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan”

Dalam menjalankan usahanya,Hartin alias Ateng ternyata cukup lihai untuk mengelabui aparat penegak hukum.

Hal ini terungkap dari keterangan saksi Sugianto’ yang oleh perintah Hartin karyawan yang bekerja sebagai Kepala gudang di PT.Thong Sing Yuen Jalan Duyung Komplek Harbour View Blok A No.6 Kecamatan Batu Ampar Kota Batam.

Untuk membantu membuatkan nota pembayaran atau delivery order, form retur, buku catatan pemesanan, buku masuk barang, stempel ken food di ruang administrasi PT.Thong Sing Yuen,semuanya dijadikan barang bukti oleh penyidik BPOM Kepri.

Mobilisasi bisnis terdakwa ‘Hartin alias ATENG’cukup lancar oleh karena bantuan Sugianto yang dengan jujur diucapkan dihadapan majelis Hakim Rediete yang didampingi kedua rekannya Hera dan Iman pada sidang yang digelar secara terbuka 25/7.

Terdakwa berlindung di balik usaha abangnya di PT.Thong SING YUEN,yang juga bergerak dalam bidang usaha pangan yang memiliki izin edar,meskipun penyidik BPOM Kepri menyita berbagai macam jenis makanan impor yang diketahui tak ada izin edarnya dari gudang milik terdakwa HARTIN alias ATENG di lokasi yang berbeda dari gudang milik PT.THONG SING YUEN ,cukup lihai bukan ??.

BAWAS DIMINTA MEMANTAU KASUS PANGAN YANG MASUK KE PN Kls Batam.

Tak tanggung-tanggung untuk menghadapi kasus hukum yang menjerat diri nya terdakwa ‘Hartin alias ATENG’ memakai jasa advocad ADE TRINI SH,MH yang cukup dikenal Dilingkungan Pengadilan PN Kls I Batam.

Yang dalam keterangannya kepada awak sangat menyayangkan kinerja BPOM Kepri yang hanya berani menangkap usaha kecil,sementara importir besar dan distributor dengan usaha yang sama dibiarkan bebas tanpa tersentuh hukum 26/7

Kepiawaian advocad wanita cantik ini sudah terbukti di PN Kls I Batam,saat menangani kasus mafia mikhol Budi Hartono alias Kwantek,Fabian,Sofian Soekandar,beberapa waktu lalu.

Dimana masing-masing majelis hakim dalam menjatuhkan vonis terhadap para mafia mikhol tersebut cukup mendapat cibiran.

Apakah hukum dapat dibeli ?

Dalam kasus pangan yang menjerat terdakwa ‘Hartin alias Ateng’ dengan diplomasi hukum yang cukup matang, Ade Trini SH.MH menjelaskan bahwa kliennya tak ditahan karena ancaman pidana yang ada pada Psl 142,max 2 tahun dan denda 400 juta.

Keterangan pengacara cantik ini seakan membongkar adanya dugaan suap,pat gulipat,dengan tidak ditahannya beberapa terdakwa dalam kasus hukum terkait tak memiliki izin edar dari berbagai berkas perkara yang berbeda yang dijerat dengan Psl 197 UU Kesehatan yang ancamannya 15 tahun penjara, yang sedang bergulir di PN Kls I Batam.cukup aneh bukan ?

Agar tidak mencederai,Proses penegakan hukum yang ada di Pengadilan Negri Kls I Batam,dihimbau kepada Badan Pengawas Mahkamah Agung RI di Jakarta agar memonitor jalannya proses hukum kasus ini.

( Henri Hutabarat )

Facebook Comments
Sebarkan Berita ini:

Related posts