KORUPSI ! Dr.RIDWAN JADI TAHANAN JAKSA

Memo-86 ,Moro
Kinerja dari Tim penyidik cabang kejaksaan Moro, dibawah pimpinan Edi Sutomo,SH,MH, akhirnya membuahkan hasil. 


Rabu tanggal 18 Oktober 2017, penyidik cabang kejaksaan negeri Karimun Moro, Nomor: PRINT-36/N.10.12.8/FD.1/10/2017 tanggal 18 Oktober 2017,melakukan penahanan terhadap: Dr.RIDWAN Bin H.M. Arif  yang menjabat sebagai Kepala Puskesmas Moro tahun 2015 s/d 2016
Selanjutnya Jaksa juga menahan. ADE AGUS SUWARMAN,AMK bin KASIADI yang menjabat sebagai ,Bendahara puskesmas Moro tahun 2015 s/d 2016.

Penahanan dilakukan di Rumah Tahanan Negara kelas ll Tanjung Balai Karimun selama 20 ( dua puluh ) hari terhitung mulai tanggal 18 Oktober s/d 6 November 2017. Saat di konfirmasi awak media ini perjalanan dari penyelidikan sampai penahanan kedua tersangka, Edi Sutomo menuturkan,

Awal mula penyelidik cabang kejaksaan Negeri Karimun di Moro, memulai penyelidikan sejak tanggal 16 Maret 2017 berdasarkan surat perintah penyelidikan Nomor: print-01/N.10.12.8/FI/03/2017 kemudian status di tingkatkan ke peyidikan tanggal 08 Mei 2017 berdasarkan surat perintah Penyidikan terhadap  Dr.RIDWAN Bin H.M.Arif dengan Sprindik : 02/N.10.12.8/Fd.1/05/2017.

Penetapan tersangka ,B-04/N.10.12.8/Fd.1/05/2017,ADE AGUS SUWARMAN,AMK Bin KASIADIS prindik :02/N.10.12.8/Fd.1/05/2017

Awal penyelidikan bermula dari laporan masyarakat terhadap terbatasnya peralatan, obat-obatan dan kurangnya pelayanan puskesmas Moro. 

Padahal Puskesmas Moro merupakan Fasilitas kesehatan tingkat pertama yang menerima dana JKN Kapitasi dari BPJS, setiap bulan puskesmas Moro menerima dana sebesar Rp.50.000.000,- s/d 55.000.000,- dari BPJS Batam, dana tersebut disalahgunakan oleh kepala Puskesmas Moro Dr.RIDWAN Bin H. M. Arif dan Bendahara Kapitasi ADE AGUS SUWARMAN,AMK Bin KASIADI, yaitu: invoice fiktif apotik,nota2 palsu,daftar penerimaan jasa medis palsu, SPJ Perjalanan Dinas fiktif,yang intinya SPJ JKN Kapitasi dari Januari 2015 s/d desember 2016 direkayasa oleh tersangka, Dr.RIDWAN Bin H.M Arif dan AGUS SUWARMAN,AMK Bin KASIADI.

Proses Penyidikan telah memasukkan xvbr mm? Z, tahap akhir penyempurnaan berkas perkara, dengan telah diperiksa sebanyak 35 ( tiga puluh lima ) orang saksi.

Perhitungan kerugian Negara telah dilakukan oleh BPKP Perwakilan provinsi kepulauan Riau di Batam dan berdasarkan perhitungan diperoleh hasil kerugian keuangan Negara sebesar Rp.466.994.145,- ( empat ratus enam puluh enam juta sembilan ratus sembilan puluh empat ribu seratus empat puluh lima rupiah ). Dari jumlah dana JKN yang diterima puskesmas Moro dari BPJS Batam TA 2015 dan 2016 sebesar Rp. 1.234.230.000,- ( satu milyar dua ratus tiga puluh empat juta dua ratus tiga puluh ribu rupiah).

Insya Allah akan dilimpahkan ke pengadilan minggu ke- 3 bulan November 2017, tutur kepala cabang kejaksaan negeri Karimun di Moro, Edi Sutomo,SH,MH kepada awak media memo86. ( Gabe)

Facebook Comments
Sebarkan Berita ini:

Related posts