ISU 20 M UNTUK LEPASKAN HUN CENG NING DARI HUKUMAN MATI BUKAN ISAPAN JEMPOL

Memo-86, Batam

Majelis hakim di PN Kls I Batam yang memeriksa kasus kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu seberat 26 kg dengan terdakwa Hun Cheng Ning alias Toni Lee WNA asal Thailand dan rekannya Raden Novi boleh bernafas lega.


Oleh karena Kedua terdakwa dalam kasus narkoba yang mecatatkan sejarah dengan barang bukti terbanyak sepanjang sejarah Pengadilan negri Batam ada lepas dari hukuman mati.
Terdakwa yang terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 114 Ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan subsider melanggar pasal 113 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Oleh Jaksa dituntut dengan hukuman mati.9/8

Tidak seperti biasanya pembacaan surat tuntutan jaksa terhadap kedua terdakwa kasus narkoba Hunceng ning alias Toni Lee dan Raden dengan barang barang bukti 26 kg langsung dibacakan Kasi-Pidum Kejari Batam Ahmad Fuady SH MH dan persidangan yang molor hingga jam 8 malam tersebut dihadiri langsung oleh Kajari Batam M.Roch Adi SH.MH.
Ketua majelis hakim Endi Nurindra SH,MH didampingi dua hakim anggota Reni pitua Ambarita SH MH,dan M Chandra SH MH dan panitera pengganti SITI FATIMAH SH MH tak sependapat dengan Jaksa umum melainkan hanya memberikan vonis seumur hidup kepada terdakwa Hun cheng ning alias Toni Lee dari tuntutan mati yang dibacakan Ahmad Fuady.
Demikian juga Majelis hakim tidak sependapat dengan JPU atas tutuntan 20 tahun penjara kepada Raden Novi melainkan hanya menjatuhkan vonis 15 tahun penjara potong masa tahanan.
Banyak kalangan dari lapisan masyarakat di Batam demikian juga para praktisi hukum yang dengan setia mengikuti persidangan bandar narkoba asal Thailand jaringan international geleng kepala bahkan nyaris tak percaya vonis hakim terhadap kedua terdakwa bertolak belakang dengan program Pemerintah yang sedang giatnya memberantas narkoba yang kian mengancam para generasi muda Indonesia .
Vonis Hakim yang bertolak belakang dengan program Pemerintah ini seakan menjawab isu suap Rp.20 M yang beredar disekitaran PN Kls I Batam jauh hari sebelum vonis dibacakan 9/8 yang disediakan bandar narkoba asal Thailand ini untuk melepaskan Hunceng ning dari hukuman mati.
Hebatnya lagi dari awal kasus ini digelar di PN Batam terdakwa Hun cheng ning alias Toni Lee selalu di dampingi Tan Timin SH MH penasehat hukum yang ditunjuk pihak keluarga. namun belakangan terakhir hingga pembacaan vonis Tan Timin SH MH tak kelihatan diruang sidang .
( HENRI HUTABARAT )

Facebook Comments
Sebarkan Berita ini:

Related posts