Hari Libur, Bupati Natuna Sibuk Kunker Kepulau Perbatasan

Memo-86,Natuna.

Meski di hari libur pegawai, Sabtu, 30 September 2017, Bupati Natuna H. Abdul Hamid Rizal, tidak Berleha leha. Bersama rombongan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), orang nomor satu itu melakukan kunjungan kerja ke wilayah kecamatan Serasan-Subi, sesuai agenda di Humas Pemkab Natuna.


( Bupati Natuna : tiba di Pelabuhan Serasan.)

Bertolak sejak mata hari terbit, kapal fery pemda Natuna, INDRA PERKASA 159, tancap gas membawa ronbongan, dari pelabuhan penagi. Hanya tiga setengah jam, Bupati Natuna sudah menginjakkan kakinya di pelabuhan Serasan, di sambut, ribuan masyarakat. 

Antusiasnya masyarakat menyambut orang no satu itu membuat sejumlah ruas jalan, macet.

Setibanya di lokasi kegiatan, sebahagian masyarakat sudah menunggu Bupati Natuna, di gedung pertemuan kecamatan. Camat Serasan Timur, Edi Priyoto dalam sambutannya, menyampaikan aspirasi atas beroperasinya pelabuhan Serasan.
Sementara itu, Bupati Natuna dalam pidatonya memperkenalkan satu persatu kepala SKPD, terutama Anggota DPRD Natuna, Joharis Ibro kepada masyarakat. Dirinya juga bernostalgia terhadap sejumlah pembesar di kecamatan Serasan, Ilyas Sabli. Hamid bercerita, Ilyas Sabli merupakan orang yang sangat dekat dengan dirinya. Jadi, jangan ada isu yang memecah belah. Masa Pilkada sudah selesai, sekarang saatnya bersatu. “Saya Bupati Natuna, Bupati Masyarakat,” kata Hamid berapi api. “Tidak ada perbedaan pembangunan, semua sama rata,” tambah Hamid.
Bupati Natuna juga bercerita soal pertemuannya dengan pengusaha kondang, Aburizal Bakri di jakarta. Banyak potensi di Natuna, khususnya Serasan, yang di promosikan. Pantai sisi, merupakan icon yang akan di kembangkan, semoga nantinya Aburizal Bakri tertarik menjadi investor membangun objek wisata pantai sisi. Bahkan, Hamid berpesan kepada masyarakat, agar menyekolahkan anaknya ke politeknik pariwisata Batam. Agar Natuna mempunyai SDM mumpuni, jika pariwisata Natuna berkembang.
Selain masalah pariwisata, pembangunan listrik juga sudah harus masuk ke desa Payak, Desa Batu Belian, Desa Jemalik. “Semoga tahun 2018, ketiga desa tersebut bisa terang benderang, Saya sudah jemput bola ke kementrian ESDM,” kata Hamid. Ia juga menampung banyak aspirasi masyarakat, soal jalan baik pedesaan dan akses jalan pertanian, akses komunikasi, dan pendidikan.>>Rian.

 
 
 

Facebook Comments
Sebarkan Berita ini:

Related posts