Buka FGD di Tanjungpinang, Bupati : Selayaknya Natuna Jadi Miniatur Pembangunan Negara

MEMO86.com, Natuna

Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal membuka acara dan sekaligus menjadi pembicara di acara kegiatan Focus Group Discussion (FGD) “Indentifikasi Pengembangan Potensi Industri Parawisata sebagai pendukung Geopark di kawasan Natuna,” di hotel Aston Tanjung Pinang , Selasa, 4 Desember 2018.

Guna mendukung Kepulauan Natuna sebagai situs Geopark Nasional sekaligus mencalokanya sebagai Geopark dunia dalam Global Geopark Network of UNISCO .

Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal, mengapresiasi pemerintah pusat, khusunya Kementrian Luar Negri dan seluruh lembaga yang telah mendukung perjuangan kami dalam memajukan bumi laut sakti rantau bertuah.

Menurut Hamid, Anugrah penetapan Kabupaten Natuna sebagai Geopark Nasional yang diserahkan beberapa hari yang lalu di bogor, merupakan tahap awal bagi kami dalam menyelenggarakan program terpadu ini yang pada giliranya diharapkan memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi masyrakat dan pendapatan asli daerah tentunya.

Secara Geografis, kita semua menyadari bahwa kabupaten Natuna memiliki Potensi Geoglogi, Keanekaragaman hayati dan Khazanah budaya yang butuh pengelolaan lebih lanjut agar mampu menjadi salah satu potensi yang bernilai bagi mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus pembangunan daerah.

Letaknya yang berada di Alur Laut Kepulauan Indonesia sebagai jalur perdagangan Internasional antar Benua sepatutnya dapat menjadi potensi Maritim,yang berdampak bagi media diplomasi Antar Negaran.

“Dengan berbagai Aspek yang saya jelaskan diatas, sudah sepatutnya Kabupaten Natuna dapat menjadi Miniatur pembangunan Negara sebagai beranda perbatasan yang maju dan sejahtera,” ujarnya.

Namun demikian kami menyadari bahwa hal tersebut tidak akan dapat diwujudkan jika tidak terdapat Intervensi Program kerja maupun kebijakan-kebijakan yang mendukung optimalisasi potensi yang ada.

Oleh karenanya, melalui momentum yang berbahagia ini, saya merasa sangat berbesar hati karena dapat berkumpul disini, dengan semua pemangku kepentingan dan unsur akademisi untuk membahas hasil kajian yang sebelumnya disusun oleh lembaga P2K Multilaterak yang bekerja sama dengan STIE Pariwisata YAPARI Bandung.

Hamid berharap, pembahasan ini dapat dijadikan rumusan ide dan rancangan kebijakan kedepan,sebagai rekomendasi bagi segenap lembaga terkair untuk mewujudkan sinergisitas, baik ditingkat kementrian, Propinsi kepuluan Riau maupun ditingkat pemerintah Kabupaten Natuna.

Turut hadir dalam acara Kepala Pusat P2K Multilateral, BPPK, Kenterian Luar Negeri, Bupati Natuna.

Bertindak sebagai pemateri Wakil Ketua II Bidang Administrasi, SDM dan Keuangan, STEIPAR Yapari Bandung, Nova Riana.

Adapun pemateri III Asisten Deputi Pengembangan Wisata Alam dan Buatan KementrianParawisata, Alexander Reyaan, dan Kepala Dinas Pariwisata dan

Kebudayaan Natuna, Erson Gempa Apriandi.

SARWANTO

Facebook Comments
Sebarkan Berita ini:

Related posts