BEROPERASI TAK SESUAI IZIN GELPER E-ZONE DI GREBEK

Memo86.com,Batam
Pengusaha gelanggang permainan (gelper) terlihat mulai ragu untuk membuka bisnisnya, atas kejadian penggrebekan gelper E Zone di salah satu Mall Tembesi oleh pihak kepolisian.Padahal sebagian dari pengusaha gelper, baru memulai usaha barunya setelah beberapa bulan yang lalu di informasikan tutup total, lalu untuk kedepannya bagaimana nasib para pengusaha gelper yang lainnya di seluruh kota Batam ?

Penggrebekan gelper E Zone yang disinyalir adanya praktek perjudian, sempat menjadi perhatian para pengunjung, kasihan ya…pak pekerjanya padahal mereka bekerja atas perintah pimpinannya, ucap salah seorang pengujung Mall.(15/03/2018)

“ Menurut saya sih…jika terbukti adanya praktek judi di dalam gelanggang permainan tersebut agar pemilik usaha/pemilik saham supaya ikut di proses secara hukum nantinya, jangan cuma pekerja dan pemainnya saja yang jadi korban, tentu pekerjanya mau melakukan itu kemungkinan karena ada perintah dari atasannya” ucapnya lagi pada tim media ini (Amjoi group).

Dari Pantauan tim media ini (Amjoi group) dilapangan sekitar pukul 21.00 wib, tampak sekitar 10 orang pemain beserta pekerja E Zone, serta alat penghitung coin di giring petugas menuju mobil untuk di bawa ke kantor polisi.

Sejak beroperasinya gelanggang permainan (gelper) di kota Batam bukan sedikit para pekerja yang jadi korban dan menanggung malu bahkan masuk jerizi besi, lalu siapakah yang harus di salahkan ? (Amjoi group)

Facebook Comments
Sebarkan Berita ini:

Related posts