BERBELIT-BELIT ! MAJELIS HAKIM PERINTAHKAN JAKSA HADIRKAN SAKSI VERBALISAN

Batam,Memo-86

Ruslan terdakwa dalam kasus pemilikan narkoba jenis extacy dengan barang bukti sebanyak 50ribu butir lebih dihadapan majelis hakim pada sidang yang terbuka untuk umum yang digelar pada persidangan 17/5 di PN Kls I Batam,oleh penyidik dipaksa mengakui dalam todongan senjata.

Pemeriksaan terhadap terdakwa menimbulkan suana tegang,terlihat Jaksa Penuntut Umum Yogy SH menunjukkan raut wajah memerah.

Jaksa muda yang meliki potensi besar ini dalam karirnya tak putus asa salam menggali keterangan dari Ruslan yang hanya mengeyam pendidikan di bangku sekolah dasar.

Argumen JPU yang dikemas dalam bentuk pertanyaan yang dilontarkan kepada terdakwa seakan mendapat jawaban yang kurang jelas subtansinya.

Demikian juga pertanyaan -pertanyaan yang dilontarkan hakim anggota Taufik SH,MH yang dikemas  dalam logat dialek timur juga mendapat jawaban yang kurang jelas.

Pertanyaan hakim Taufik SH,MH yang mengkomfrontir keterangan terdakwa dalam BAP tidak diakui oleh terdakwa.dengan alasan ! bahw semua keterangan terdakwa yang ada dalam BAP tercipta oleh karena dibawah ancaman todongan senjata .

Sementara menjawab pertanyaan yang dilontarkan penasehat hukum terdakwa bahwa saat diamankan oleh anggota polisi di lokasi pantai stres pukul 06 pagi apa terdakwa memegang narkoba jenis Extacy yang di bungkus dalam kardus yang dikemas dengan plastik merah ,terdakwa menjawab tidak dalam penguasaannya.

Tak mau berdebat kusir yang berkepanjangan dalam sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa Ketua Majelis Hakim Endi Nurindra SH,MH langsung meminta JPU agar dalam sidang berikutnya menghadirkan saksi verbalisan,biar perkara ini semakin jelas.

Atas perbuatannya oleh JPU terdakwa dijerat dengan Psl 114 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati

( Henri Hutabarat )

Facebook Comments
Sebarkan Berita ini:

Related posts