Bentuk Karakter,Bupati Natuna Ajarkan ASN dan PTT disiplin dan Etika

Memo86.com,Natuna

Sikap disiplin, orang No satu di kabupaten Natuna, Hamid Rizal patut di tiru. Selama dirinya menjabat, setiap pegawai wajib masuk kantor, dan jangan telat bekerja, apalagi menghadiri suatu acara. Sikap tidak ingin berleha leha ini nampaknya kurang bisa di imbangi para pegawainya. Tak ayal, hampir di setiap kegiatan, Bupati Natuna sering menegur para ASN.

Momok persoalan ini tentu menjadi tantangan bagi sang bupati. Memperbaiki kesalahan ribuan pegawai, sudah barang tentu memicu pro kontra. Meski demikian ,Dirinya akan tetap berjalan di koridor. Sebagai pimpinan, wajar jika ada teguran ke bawahan. Tujuannya mulia, untuk membentuk karakter. Bupati hanya ingin pembenahan revolusi mental, sesuai perintah presiden Jokowi Dodo.

Menurutnya, sikap disiplin dan beretika baik perlu di tanamkan pada ASN dan PTT. Semua itu di lakukan karna diriNya sayang terhadap bawahan, terlebih masyarakat. Jangan sampai masyarakat kurang di perhatikan, karna pegawai tidak disiplin dalam waktu jam kerja.

Belakangan terdengar kabar lagi, salah seorang staff bernama supri di tegur oleh Bupati Natuna.

Keseharian Supri, Lelaki paruh baya itu mengurus ruang kerja Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal. Namun Supri tak sendiri, ia bersama Nazari di percaya urus ruangan privasi Bupati. “Dari tata letak meja, hingga membersihkan ruangan kantor, lantai hingga kamar mandi,” katanya, saat di temui di ruang Bagian Humas dan Protokoler Pemkab Natuna, Selasa sore 13 Maret 2018.( Lansir dari Info Nusantara)

Selama mengurus ruangan Bupati, Supri merasa belajar banyak tentang disiplin dalam bertugas. Karena dengan disiplin, kelak ia bisa menjadi pegawai yang mampu bekerja pada bidang apa saja. “Saya anggap Pak Bupati, seperti orang tua sendiri,” kata Supri. “Ketika ada kesalahan di perbuat, Pak Bupati tak segan-segan menegur saya, seperti anak sendiri.”

Supri mengurus ruang kerja Bupati, sejak Hamid Rizal menjadi orang nomor satu di Natuna. Selama mengurus ruang kerja Bupati, pegawai honorer hampir delapan tahun mengabdi di kabupaten perbatasan ini, berbagai pengalaman diperolehnya.

“Tadi sudah disampaikan, saya ingin menjadi disiplin sebagai pegawai pemerintahan,” katanya. “Teguran dari Pak Bupati, menjadi cambuk bagi saya untuk terus belajar di siplin.”

Supri masih ingat kejadian terbaru, ia mendapat teguran sedikit keras dari Bupati. Ketika ia membersihkan kamar mandi di ruangan Bupati. Saat membersihkan kamar mandi, pintu biasa terbuka, tiba-tiba tersenggol badannya, hingga tertutup.

Dengan kejadian itu, tiba-tiba Bupati masuk ruang kerjanya. Kedapatan Supri di dalam kamar mandi, dengan pintu tertutup. “Bupati bilang saya, tak ada etika jika pakai ruang kamar mandi pemimpin,” kata Supri, mengingat kejadian itu.

Supri merasa wajar, Bupati bilang kurang etika memakai kamar mandi pemimpin Natuna itu. Sebab kamar mandi staf juga sudah tersedia di luar ruangan. “Saya katakan, maaf Pak, saya bukan gunakan kamar mandi Bapak,” kata Supri. “Tapi membersihkan kamar mandi, tak sengaja pintu tertutup sendiri.”

Sebagai ruang kerja pribadi, termasuk kamar mandi, menurut Supri, wajar Bupati marah. “Ruangan kerja pemimpin itu sangat privasi,” terang Supri. “Saya tak berani menggunakan, malah saya selalu menjaganya,” katanya lagi, sambil mengulang pembicaraan, di dalam ruang kerja Bupati, hanya Supri dan Nazari berhak masuk.

Sikap tegas yang di miliki Bupati Kabupaten Natuna dalam membentuk karakter ASN dan PTT seharusnya di dukung semua pihak.(Korwil / Rian)

Facebook Comments
Sebarkan Berita ini:

Related posts