BAU AMIS ‘ VONIS RINGAN HAKIM SENIOR PN BATAM JADI SOROTAN 

Batam Memo-86

Kembali vonis ringan hakim senior membuat tercengang para pengunjung sidang yang digelar di PN Batam 18/7 sore,sidang dengan agenda pembacaan putusan yang dipimpin wakil ketua PN Kls I Batam DR Agus Rudianto SH,MH menjatuhkan vonis 5 bulan penjara kepada terdakwa Herman,dimana pada persidangan yang sebelumnya Jaksa Yogi Setyawan SH menuntut terdakwa Herman atas perbuatannya 2 tahun dan 6 bulan. 

Tersandung kasus penggelapan uang rekan bisnisnya Rp585 juta terdakwa sangat beruntung menerima vonis ringan tersebut.ketua majelis hakim DR Agus Rusianto SH MH yang didampingi  dua hakim anggota Jasael dan Muhammad Chandra dituding bermain mata dengan memberi vonis 5 bulan penjara,


Dalam surat tuntutan Jaksa Yogi Setyawan SH ,teredakwa Herman terbukti secara sah turut serta melakukan penggelapan seperti yang tertuang dalam pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP, tetapi majlis hakim tidak sependapat dengan tuntutan jaksa dan memvonis terdakwa 5 bulan penjara,” Kata majlis hakim ketua Agus Rusianto diruang sidang utama PN Batam. Selasa(18/07/2017).

Majlis hakim dalam amar putusannya menyebutkan adanya niat baik terdakwa untuk mengembalikan seluruh yang telah digunakan untuk pengurusan tanah seluas 5.190 m2 dengan harga SGD 1.038.000. dengan menjaminkan ruko dan tanah diwilayah wingsor, walaupun belum mendapat peretujuan istri. 

Terdakwa Herman diperintahkan menganti kerugian uang yang telah digunakan dalam pengurusan lahan dan membebankan biaya perkara lima ribu rupiah,” tutup majlis hakim.

Usai membacakan putusan majlis hakim mempertanyakan terhadap Jaksa Penuntut Umum(JPU) Yogi pendapat dalam perkara ini dan hanya mengatakan pikir-pikir, namun terdakwa Herman menerima.
Sebelumnya, Jaksa penuntut Umum(JPU) Yogi Nugraha Setiawan menolak semua isi pembelaan (pledoi) Herman yang diduga menipu rekan bisninya Rp585 juta. Yogi tetap berpegang pada tuntutannya, meminta majelis hakim memvonis bersalah dan menjatuhkan pidana kurungan badan selama 2,6 tahun.
“Menolak nota pembelaan terdakwa, telah terpenuhi unsur tindak pidana penipuan dan diperkuat keterangan saksi-saksi serta menyatakan terdakwa bersalah agar dapat menjadi pertimbangan majlis hakim,” Kata JPU Yogi diruang sidang utama PN Batam. Senin(17/07/2017).
Penuturan Jaksa dalam surat tuntutannya , sesuai fakta dan keterangan saksi dipersidangan, bahwa perbuatan penipuan pengadaan  lahan oleh terdakwa Herman pada objek lahan  seluas 5.190 m2 dengan harga SGD 1.038.000 dekat pasar Induk Jodoh .
Awalnya perkenalan saksi dengan terdakwa Herman melalui Hartono pada tahun 2014 dan terjadilah pembicaraan dimana terdakwa menawarkan lahan milik BP Batam 

Pengakuan terdakwa kepada saksi bahwa terdakwa mempunyai koneksi di BP Batam  menuju jalur kepada lokasi  lahan seluas 5.190 m2 dengan harga SGD 1.038.000.
Setelah yakin, 08 Mei 2014 saksi menyerahkan uang tanda jadi untuk pengurusan surat-surat ijin tanah tersebut sebesar Rp. 292.500.000,- berupa cek Bank OCBC NISP Nomor NNP 193022.
Kemudian pada tanggal 18 Juni 2014 saksi kembali memberikan uang untuk pengurusan surat-surat ijin tanah kepada terdakwa dan rekanya Andre sebesar Rp. 200.000.000,- dan tanggal 07 Juli 2014 sebesar Rp. 72.500.000,-.
Pada tanggal 22 Januari 2015 setelah waktu yang dijanjikan berakhir dan mendapat surat balasan dari Badan Pengusahaan (BP) Batam pada tanggal 30 Juni 2015 yang isinya tidak dapat memenuhi permohonan karena lahan yang dimohonkan tersebut sudah dialokasikan kepada pihak lain yakni PT. Rexeki Graha Mas sejak tahun 2003.
( Henri Hutabarat )

Facebook Comments
Sebarkan Berita ini:

Related posts